Kenalan dengan GSM (bagian 2) : Take A Look At The Infrastructure

Tulisan ini merupkan kelanjutan dari tulisan bagian satu. Disini penulis akan memberikan gambaran tentang subsistem GSM dan sekelumit implementasi subsistem tersebut pada dunia nyata.

Hierarki dari sistem GSM terdiri dari cell, Location Area (LA), Service Area, Public Land Mobile Network (PLMN) area, dan GSM service area. Beberapa cell menjadi satu LA. Beberapa LA menjadi satu Service Area, dan seterusnya. Sedangkan GSM service area adalah semua wilayah/negara yang menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) GSM.

Sistem GSM terdiri dari dua subsistem yaitu Switching System dan Base Station System. Masing-masing subsistem akan dijelaskan berikut.

Switching System (SS)

Subsistem Switching System terdiri dari lima entitas fungsional yaitu :
1. Mobile services Switcing Centre (MSC)
MSC bertugas menjalankan fungsi switching antar pelanggan seluler ataupun antara pelanggan seluler dengan PSTN (telepon rumah).
2. Home Location Register (HLR)
HLR berisi data dari pelanggan seluler yang terdaftar dalam satu area PLMN (Public Land Mobile Network).
3. Visitor Location Register (VLR)
VLR berisi data para pelanggan seluler beserta Location Areanya. Pelanggan yang ada datanya di VLR adalah pelanggan yang sedang berada di Service Area tersebut.
4. Authentication Center (AUC)
AUC menangani autentikasi dan fasilitas keamanan dalam sistem.
5. Equipment Identity Register (EIR)
EIR berisi daftar merk dan model mobile station (handphone) yang telah direkomendasi oleh sistem. Sehingga setiap akan terjadi komunikasi, EIR mencocokkan model handphone pelanggan dengan datanya.Komunikasi hanya akan terjadi bila pelanggan menggunakan handphone yang di approve oleh EIR.

Base Station System (BSS)

Subsistem Base Station System terdiri dari dua entitas fungsional, yaitu:
1. Base Station Controller (BSC)
BSC mengatur setup dan operasi dari BTS-BTS.
2. Base Transceiver Station (BTS)
BTS menangani transmisi dari dan ke mobile station.

In The Real World

Dalam kenyataannya, ada berbagai vendor yang menawarkan infrastruktur GSM tersebut. Operator seluler bebas memilih vendor yang akan digunakan. Dalam sebuah subsistem harus menggunakan vendor yang sama, karena tiap vendor memiliki teknik yang berbeda dalam implementasi subsistem GSM. Namun subsistem berbeda dapat berasal dari vendor yang berbeda, karena hubungan antar subsistem merupakan standar GSM. Jadi misal SS menggunakan vendor Ericcson dan BSS menggunakan Siemens, maka keseluruhan entitas fungsional didalam SS menggunakan produk dari Ericcson, dan keseluruhan entitas fungsional dalam BSS menggunakan produk dari Siemens, dan antara SS dan BSS tersebut tetap dapat berkomunikasi dan berjalan dalam sebuah sistem yang sama. Berbagai vendor yang menawarkan infrastruktur GSM antara lain Ericcson, Siemens, Nokia, dan Fujitsu.

Seperti telah disebut diatas, masing-masing vendor memiliki ciri khas tersendiri dalam implementasi subsistem GSM. Ericcson mengimplementasikan subsistem GSM dalam standar yang mereka sebut CME 20. Mereka membuat MSC dan VLR dalam unit yang terintegrasi, HLR dalam unit terpisah, serta BSC pada unit yang terpisah. Ericcson juga menyebut BTS sebagai RBS (Radio Base Station). Sedangkan Siemens selain menyebut SS sebagai SSS (Switching Sub System), BSS sebagai RSS (Radio Sub System) dan menambahkan OMS (Operation and Maintenanace Sub System).

Di Indonesia, seringkali sebuah Switching System diletakkan dalam satu gedung bersama dengan beberapa BSC sekaligus, dan kemudian menyebutnya sebagai Switching Centre. Jumlah dan letak Switching Centre sendiri tergantung desain dari masing-masing operator, namun biasanya terletak di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang/Jogja, Surabaya, Medan, Denpasar, Batam, serta masing-masing sebuah di pulau Kalimantan dan Sulawesi.

Selain itu, semua operator di Indonesia -bahkan di negara-negara asia yang menggunakan GSM- tidak menerapkan penggunaan EIR (Equipment Identity Register) dalam sistem GSM mereka. Sehingga semua jenis dan merk handphone dapat beroperasi dalam jaringan GSM di Indonesia.

Leave a Reply